Faktor Penyebab Sakit Maag atau Gastritis

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan seputar Faktor Penyebab Sakit Maag atau Gastritis. Maag (gastritis) ialah inflamasi pada dinding lambung terutama pada mukosa gaster yang ditandai adanya rasa tidak enak pada perut bagian atas, misalnya rasa perut selalu penuh, mual-mual, perasaan panas pada perut, rasa pedih sebelum atau sesudah makan.

Faktor Penyebab Sakit Maag

16 Faktor Penyebab Sakit Maag

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang terkena gastritis atau penyakit maag yaitu di antaranya sebagai berikut:

1. Pola makan

Orang yang memiliki pola makan tidak teratur mudah terserang penyakit gastritis. Pada saat perut harus diisi, tapi dibiarkan kosong, atau ditunda pengisiannya, asam lambung akan mencerna lapisan mukosa lambung, sehingga timbul rasa nyeri. Pola makan lain yang menjadi penyebab timbulnya gastritis di antaranya :

Pasukan Synergy
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Jumlah makanan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit

2. Terlambat makan

Secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu dalam jumlah yang kecil, setelah 4 – 6 jam sesudah makan biasanya dalam darah telah banyak terserap dan terpakai sehingga tubuh akan merasakan lapar dan pada saat itu jumlah asam lambung terstimulasi.

Pasukan Synergy

Bila seseorang telat makan sampai 2 – 3 jam, maka asam lambung yang diproduksi semakin banyak dan berlebih sehingga dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di sekitar epigastrium.

3. Makanan pedas dan makanan yang sulit dicerna

Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan akan merangsang sistem pencernaan, terutama lambung dan usus kontraksi. Hal ini akan mengakibatkan rasa panas dan nyeri di ulu hati yang disertai dengan mual muntah. Gejala tersebut membuat penderita makin berkurang nafsu makannya.

Bila kebiasaan mengonsumsi makanan pedas kurang lebih 1x dalam 1 minggu selama minimal 6 bulan dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan iritasi pada lambung yang disebut dengan gastritis. Asam lambung meningkat jika mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Hal tersebut bisa menjadi pemicu terjadinya gastritis.

4. Kopi atau Cafein

Kopi adalah minuman yang terdiri dari berbagai jenis bahan dan senyawa kimia, termasuk lemak, karbohidrat, asam amino, asam nabati yang disebut dengan fenol, vitamin dan mineral. Kafein di dalam kopi bisa mempercepat proses terbentuknya asam lambung dan dapat mengiritasi lambung.

5. Rokok

Rokok dapat meningkatkan sekresi asam lambung sehingga dapat mengakibatkan iritasi mukosa lambung. Rokok mengandung ± 4.000 bahan kimia, asap yang terkandung dalam rokok mengandung berbagai macam zat yang sangat reaktif terhadap lambung. Nikotin dan kadmium adalah dua zat yang sangat reaktif yang dapat mengakibatkan luka pada lambung.

Ketika seseorang merokok, nikotin akan mengerutkan dan melukai pembuluh darah pada dinding lambung. Nikotin juga memperlambat mekanisme kerja sel pelindung dalam mengeluarkan sekresi getah yang berguna untuk melindungi dinding dari serangan asam lambung. Jika sel pelindung tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan baik, maka akan timbul gejala dari penyakit gastritis.

6. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Mengonsumsi obat-obat tertentu dapat menyebabkan gastritis, obat anti inflamsi non steroid (OAINS) merupakan jenis obat yang memiliki efek menyebabkan gastritis. Obat anti inflamasi non steroid bersifat analgesik, antipiretik, dan anti-inflamasi.

7. Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit akan merangsang produksi asam lambung berlebih, nafsu makan berkurang, dan mual. Hal tersebut merupakan gejala dari penyakit gastritis. Sedangkan dalam jumlah yang banyak, alkohol dapat merusak mukosa lambung.

8. Helicobacter pylori

Helicobacter pylori adalah suatu bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia. Walaupun tidak sepenuhnya dimengerti bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan, namun diperkirakan penularan tersebut terjadi melalui jalur oral atau akibat memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini. Infeksi H. Pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama terjadinya ulkus peptikum dan penyebab tersering terjadinya gastritis.

9. Stres fisik

Stres fisik akibat pembedahan besar, luka trauma, luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis, ulkus serta perdarahan pada lambung. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah termasuk pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan gangguan pada produksi mukus dan fungsi sel epitel lambung.

10. Stres psikis

Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stres misalnya pada beban kerja berat, panik dan tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi mukosa lambung dan jika hal ini dibiarkan lama-kelamaan dapat menyebabkan terjadinya gastritis.

11. Usia atau Umur

Usia tua memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gastritis dibandingkan dengan usia muda. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan bertambahnya usia mukosa gaster cenderung menjadi tipis sehingga lebih cenderung memiliki infeksi H. Pylori atau gangguan autoimun daripada orang yang lebih muda. Sebaliknya jika mengenai usia muda biasanya lebih berhubungan dengan pola hidup yang tidak sehat dan pola makan yang tidak teratur.

12. Pendidikan

Kurang pengetahuan tentang diet dan poses penyakit gastritis dapat menyebabkan risiko terjadinya gastritis dan sekambuhan penyakit gastritis.

13. Faktor budaya dan sosial ekonomi

Latar belakang etnis, nilai-nilai kepercayaan, dan faktor budaya lainnya sangat mempengaruhi dalam memilih, menyiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman.

14. Faktor lingkungan

Lingkungan rumah yang bising atau padat penghuni mempengaruhi konsumsi makanan dan kemampuan menikmati makanan.

15. Jam tidur yang tidak teratur

Aktivitas yang sangat padat membuat jadwal istirahat kacau. Kurang istirahat dan jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu kerja lambung.

16. Pekerjaan Berlebihan

Melakukan pekerjaan melebihi kemampuan fisik maupun psikis Melakukan pekerjaan yang melebihi kemampuan dapat menimbulkan stres. Saat mengalami stres maka akan terjadi perubahan hormonal dalam tubuh. Perubahan itu merangsang sel- sel didalam lambung memproduksi asam secara berlebihan. Asam yang berlebihan menimbulkan perih, nyeri, dan kembung. Pada jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan luka pada dinding lambung.

Demikian info tentang Faktor Penyebab Sakit Maag atau Gastritis, semoga postingan ini membantu Anda. Kami berharap artikel ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: Penyakit Ringan dan Tidak Menular

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Smart Detox
Jual Smart Detox di Rongkop Resmi dan Terpercaya
Jual Smart Detox di Serangpanjang Resmi dan Terpercaya
Jual Smart Detox di Jiput Resmi dan Terpercaya

Nabati

Madu Ramuan Herbal Tanaman Herbal Teh

Olahraga

Senam Hamil Yoga

Pikiran Sehat

Smart Eating

Pintar Makan Sehat Pintar Minum Sehat Pintar Olah Bahan Makanan
Cara Mengatasi Wajah Berminyak dengan Mudah dan Aman
Cara Mengatasi Wajah Berminyak dengan Mudah dan Aman
Penyebab dan Cara Mengatasi Abrasi Gigi
Penyebab dan Cara Mengatasi Abrasi Gigi
Zoonosis Merupakan Ancaman Tidak Kasat Mata
Zoonosis Merupakan Ancaman Tidak Kasat Mata
manfaat pohon dan daun salam untuk obat alami
Manfaat Pohon dan Daun Salam Untuk Obat Alami

Gizi Anak

Kelainan Anak

Kelainan Fisik Kelainan Mental

Pengobatan Anak

Pengobatan Penyakit Ringan

Penyakit Anak

Kanker Anak
Penyakit Kronis Penyakit Menular Penyakit Tak Menular
program diet rendah purin
Program Diet Rendah Purin bagi Penderita Asam Urat
gejala anemia yang sering terjadi
Gejala Anemia yang Sering Terjadi pada Kita
Faktor Penyebab Sakit Maag
Faktor Penyebab Sakit Maag atau Gastritis