Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare yang Baik dan Benar

Sekarang kami akan ulas tentang Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare yang Baik dan Benar. Diare atau mencret adalah adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi yang lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.

Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare yang Baik dan Benar

Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare yang Baik dan Benar

Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu :

  1. Infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus atau infestasi parasit)
  2. Malabsorpsi
  3. Alergi
  4. Keracunan
  5. Imunodefisiensi
  6. Sebab-sebab lainnya

Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.

Jenis diare ada dua yaitu diare akut dan diare kronis. Diare akut merupakan diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. Sedangkan diare kronis/persiten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Dari sisi kejadian dehidrasi (kekurangan cairan), diare terbagi menjadi tiga yaitu :

  1. Diare tanpa dehidrasi
  2. Diare dengan dehidrasi ringan/sedang
  3. Diare dengan dehidrasi berat

Bila diare terjadi disertai dengan dehidrasi berat dan muntah merupakan gejala kolera. Sedangkan diare akut yang disertai darah merupakan gejala dari disentri.

Mengatasi Diare

Langkah tuntaskan diare yaitu :

1. Berikan oralit atau cairan lainnya

Penanganan utama diare adalah pemberian cairan lebih banyak dari cairan normal yang diminum. Dapat dengan memberikan ASI, oralit atau air matang. Pemberian cairan dilakukan sampai diare berhenti, bila muntah berikan selang waktu 10 menit dan lanjutkan pemberian cairan.

Oralit diperlukan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang terbuang selama diare. Walaupun air sangat penting untuk mencegah dehidrasi tetapi air minum tidak mengandung eletrolit sehingga diperlukan oralit untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Selain itu campuran glukosa dan garam yang terkandung dalam oralit dapat diserap dengan baik oleh usus penderita diare. Cegah jangan sampai terjadi dehidrasi sebelum anak dibawa ke sarana kesehatan.

2. Berikan tablet/sirup zinc selama 10 hari berturut-turut

Zinc digunakan untuk mencegah diare karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Zinc merupakan mineral penting bagi tubuh, lebih dari 300 enzim dalam tubuh yang bergantung pada zinc. Zinc juga dibutuhkan oleh berbagai organ tubuh, seperti kulit dan mukosa saluran cerna.

Jika zinc diberikan pada anak yang sistem kekebalannya belum berkembang baik, dapat meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi anak dari penyakit infeksi. Itulah sebabnya mengapa anak yang diberi zinc (diberikan sesuai dosis) selama 10 hari berturut-turut berisiko 19 kali lebih kecil untuk terkena penyakit infeksi, diare dan pneumonia.

3. Berikan antibiotik secara selektif jika perlu

Pemilihan antibiotika berdasarkan dari diagnosa dokter dan tidak semua diare memerlukan antibiotika. Diare yang memerlukan antibiotika adalah diare dengan infeksi seperti kolera dan disentri. Tanda dari diare yang disebabkan karena kolera dan disentri adalah tinja disertai darah. Sedangkan jika hanya feses berair saja, kemungkinan besar adalah karena infeksi virus.

Dalam hal sangat mengganggu, misalnya dalam perjalanan, untuk diare tidak spesifik/karena virus, untuk mengurangi frekuensi BAB, dapat digunakan obat untuk mengurangi gerakan usus, seperti loperamid. Tapi tidak boleh digunakan terlalu banyak karena bisa berefek sembelit. Penambahan suatu probiotik seperti sediaan yang mengandung Lactobacilus juga tidak ada salahnya ditambahkan untuk menjaga keseimbangan jumlah “bakteri baik” dalam tumbuh.

4. Berikan nasihat pada ibu/keluarga

Untuk ibu/pengasuh diberi nasihat agar membawa anak ke tenaga kesehatan bila diare disertai muntah, diare berdarah, sangat haus, timbul demam, makan dan minum sedikit dan tidak sembuh dalam 3 hari.

Penyebab Utama

Sebagian besar penyebab diare tidak spesifik adalah virus yang disebut Rotavirus. Rotavirus dapat menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak, dan dapat memperparah penyakit, sehingga bayi/anak memerlukan perawatan di rumah sakit atau dapat juga menyebabkan kematian. Rotavirus kebanyakan menyerang bayi/anak usia kurang dari 5 tahun, dengan kejadian tertinggi pada usia 4-23 bulan. Kejadian diare karena rotavirus sebanyak 2/3 kunjungan di rumah sakit dan 1/3 kunjungan di unit gawat darurat dari total diagnosa diare yang ada.

Selain virus, diare juga dapat disebabkan oleh bakteri. Bakteri merupakan mikroorganisme berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata. Bakteri dapat menyerang tubuh bayi dan menyebabkan infeksi. Sistem imun bayi belum berkembang sempurna, sehingga bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Bakteri yang berbeda dapat menyebabkan infeksi yang berbeda. Beberapa jenis bakteri tidak berbahaya, namun ada jenis bakteri yang sangat berbahaya.

Biasakan Mencuci Tangan

Infeksi virus atau bakteri pada umumnya disebabkan karena makanan/minuman yang kurang bersih dan tercemar. Karena itu sangat penting memperhatikan asal dan kebersihan makanan. Makanan yang dijual di pinggir jalan dalam keadaan terbuka tentu berisiko tercemar bakteri atau virus. Kebersihan lain yang harus diperhatikan adalah kebersihan tangan dan wadah makanan. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun cukup signifikan mengurangi kejadian diare karena infeksi virus/bakteri. Perhatikan pula wadah yang digunakan dan cara mencucinya, apakah menggunakan air yang tergenang hanya dengan air yang sama digunakan berkali-kali.

Selain menjaga kebersihan, pencegahan diare dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksin dikembangkan terutama untuk anak-anak karena anak-anak yang lebih banyak mengalamai efek yang membahayakan ketika mengalami dehidrasi akibat diare. Vaksin yang tersedia adalah untuk mencegah diare yang disebabkan oleh rotavirus, dimana ada dua yang beredar di Indonesia, yaitu Rotarix dan Rotateq yang dapat diberikan secara oral. Rotarix berisi vaksin rotavirus monovalen (RV1), sedangkan Rotateq berisi vaksin rotavirus pentavalent (RV5). Vaksin-vaksin tersebut telah dievaluasi diberbagai macam penelitian dan telah digunakan di banyak negara.

RV1 dan RV5 dapat mencegah kejadian keterulangan diare karena rotavirus dan keefektifannya telah dibuktikan. Vaksin rotavirus dapat menurunkan kejadian diare sebanyak 75% dan kejadian masuk rumah sakit (perlu perawatan lebih lanjut) menurun sebanyak 33% dibandingkan dengan anak pada usia yang sama tetapi tidak divaksin.

Vaksin RV1dan RV5 merupakan virus hidup yang dilemahkan, imunitas akan terbentuk dari reaksi antibodi, dan yang dicekadalah IgA antibodi, dimana akan menstimulasi pembentukan antibodi dalam tubuh (antibodi endogen) dan akan berkembang di saluran pencernaan dan akan meningkatkan imunitas.

Apakah ada efek samping yang terjadi ketika penggunaan vaksi tersebut?

Untuk dapat beredar setiap obat/vaksin diperlukan ijin edar terlebih dahulu terkait keamanan dan keefektifannya. Vaksin RV1 dan RV5 tidak boleh diberikan kepada individu yang memiliki reaksi alergi (hipersensitifitas) pada berbagai komponen vaksin, jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada dosis pertama, dosis lanjutan tidak boleh diberikan. Efek samping yang umum dan sering dilaporkan (dengan angka kejadian > 1:10) adalah diare, muntah demam, otits media dan anak menjadi rewel (iritabilitas).

Setelah vaksinasi, tubuh bayi akan membuat sistem pertahanan tubuh yang dikenal dengan antibodi. Sistem pertahanan tubuh ini akan berperan penting dalam memerangi bakteri/virus yang masuk ke dalam tubuh bayi. Jika bakteri yang sama masuk ke dalam tubuh bayi/anak di waktu yang berbeda, maka bakteri tersebut akan dikenali oleh antibodi yang telah terbentuk dalam sistem pertahanan ini, sehingga bayi akan terlindungi dari bakteri/virus penyebab infeksi. Vaksinasi tambahan diperlukan untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh atau sistem imun. Perlu diketahui bahwa vaksinasi tidak mempunyai kemampuan untuk mengobati infeksi, namun bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Demikian info tentang Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Diare yang Baik dan Benar semoga bermanfaat.

Referensi:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Natural

Kopi Madu Teh

Ramuan Herbal

Resep Herbal Sekilas Ramuan Herbal Terapi Herbal

Suplemen

MSI Suplemen Lain Synergy WorldWide

Tanaman Herbal

Buah Herbal Sayur Herbal Tumbuhan Lain
Penyakit Kronis Penyakit Menular Penyakit Tak Menular
Program Diet Rendah Purin
Program Diet Rendah Purin bagi Penderita Asam Urat
Gejala Anemia yang Sering Terjadi
Gejala Anemia yang Sering Terjadi pada Kita
Faktor Penyebab Sakit Maag
Faktor Penyebab Sakit Maag atau Gastritis
Pedoman Umum Gizi Seimbang
Pedoman Umum Gizi Seimbang untuk Tubuh Sehat
Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Cepat
Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Cepat dan Tepat
Bahaya dari Merokok yang Jarang Orang Tahu
Bahaya dari Merokok yang Jarang Orang Tahu
Bijak dalam Menyikapi Pembalut Berklorin
Bijak dalam Menyikapi Pembalut Berklorin
Alternatif Cantik Solusi Lainnya Tips Sehat
Aplikasi Cantik Bronzer agar Lebih Natural
Aplikasi Cantik Bronzer agar Lebih Natural
No Preview
These Foods to Absolutely Avoid If You Want Clear, Glowing Skin
Ducati ‘has all the cards’ to win 2017 MotoGP title, says CEO

Hipnosis

Terapi Alternatif

Terapi Lain

NLP

Terapi Psikologi